Apa Itu Bahasa Bibir ?

Salah Satu  Fungsi Bibir punya peran penting kalau kita lihat dari aspek linguistik. Bibir berfungsi sebagaitempat artikulasi, membantu menahan udara dari paru-paru sehingga dihasilkan bunyi-bunyi tertentu.

Karena kita punya bibir, kita bisa memiliki huruf b, p, dan m. Pernah Anda bayangkan apakah akan ada kata-kata seperti papa, mama, atau bibi kalau kita tak punya bibir?

Karena bibir pula ada f dan v yang dihasilkan dengan mendekatkan bibir bawah ke gigi atas. Jadi, karena bibir kita bisa bersuara dan bercakap-cakap.

Adanya fungsi Linguistik dari bibir inilah  yang sangat membantu orang TULI  masih dapat berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Caranya membaca gerak bibir (Bahasa Bibir) orang yang  berbicara dihadapannya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bahwa apabila membaca gerakan bibir sebaiknya tetap fokus pada pembicara dan usahakan tidak mengalihkan pandangan. Selengkapnya untuk bisa memahami bahasa bibir dan tips-tips berkomunikasi dengan orang Tuli.

 

Berbicara secara normal dan jelas

Umumnya orang tuli berkomunikasi melalui membaca gerak bibir. Jangan berbicara terlalu cepat. Itu akan menyusahkan mereka. Namun jangan berbicara teralu lambat karena akan mengaburkan makna. Oleh karena itu berbicaralah senormal mungkin agar mereka mampu menangkap pesan dari gerak bibir Anda.

 

Saat berkomunikasi pastikan posisi Anda dekat dengan mereka

Posisi ini untuk memastikan bahwa mereka mampu melihat gerak bibir Anda dengan jelas. Pastikan juga mulut Anda tidak terhalangi oleh apapun. Memilih tempat dengan pencahayaan baik, disertai dengan kontak mata dapat sangat membantu bagi mereka.

 

Gunakan tangan atau gerakan nonverbal untuk membantu menjelaskan

Anda dapat menunjuk benda atau tempat yang mungkin sedang dibicarakan.  Selain itu, Anda dapat mencontohkan hal yang ingin Anda sampaikan. Misalnya, mengayunkan tangan saat Anda membicarakan tentang olahraga tenis atau memperagakan gerakan menyetir saat Anda membicarakan mengenai mobil. Menggunakan jari untuk menyatakan jumlah juga dapat dilakukan.

 

Sesekali tanyakan mereka, apakah mereka memahami maksud Anda

Hal ini perlu dilakukan untuk memasikan bahwa mereka menangkap pesan dari Anda. Jika mereka menyatakan tidak mengerti, Anda dapat mengulangi pesan dengan kata-kata lain atau menggunakan petunjuk yang lebih jelas.

 

Berbicara fokus hanya pada 1 orang dalam sekali percakapan

Orang tuli akan kesulitan pada saat terlibat dalam pembicaraan secara berkelompok. Jika Anda berada di tempat ramai dan ingin berkomunikasi dengan orang Tuli, pastikan terlebih dahulu ia memberi perhatian pada Anda. Anda juga dapat memposisikan diri terlebih dahulu di depan lawan bicara Anda. Percakapan dua arah dirasa lebih mudah bagi orang tuli.

 

Jangan pernah menyerah dan mengakhiri pembicaraan begitu saja

Anda dapat membayangkan rasanya jika Anda mendengarkan seseorang, dan saat Anda belum benar-benar memahaminya, tapi kemudian ia berkata, “Ya sudah, lupakan” atau “Nggak jadi deh.” Tentu rasanya tidak enak. Anak-anak tuli juga merasa demikian saat seseorang yang berbicara dengannya menyerah begitu saja dan mengakhiri pembicaraan. Cobalah sampaikan lagi pesan Anda jika mereka belum mengerti.

 

Menggunakan kertas dan pensil

Jika maksud yang ingin Anda sampaikan ternyata sangat sulit atau belum bisa diterima oleh orang tuli, jangan pernah ragu untuk menggunakan kembali kertas dan pensil/ bolpoin. Umumnya orang tuli dapat membaca dan menulis dengan sangat baik, sehingga pembicaraan dengan media ini akan mampu sangat mempermudah komunikasi. Untuk jaman sekarang, menggunakan e-mail maupun SMS juga dapat menjadi alternatif.

 

Hal yang Jangan Dilakukan saat berkomunikasi dengan orang Tuli

Saat berbicara, Anda tidak perlu berteriak, karena Anda akan terlihat agresif atau kasar. Berbicara terlalu keras juga dapat menyakiti pendengaran orang-orang yang menggunakan alat bantu dengar.

Meski beberapa dari mereka mampu membaca gerak bibir, jangan pernah menguji kemampuan ini sebagai lelucon atau sekedar untuk keisengan Anda. Misalnya, Anda menanyakan apa yang sedang dikatan orang di seberang jalan.

Menanyakan kemampuan mereka dalam membaca, menulis, atau meragukan kemampuan mereka juga dapat menyinggung. Perlu kita ingat bahwa orang tuli memiliki inteligensi yang sama dengan orang pada umumnya. Kemampuan seperti membaca dan menulis tentu dapat mereka kuasai. Dengan inteligensi dan berbagai kemampuan yang mereka punya, tidak mengherankan jika mereka juga mampu memiliki pekerjaan dan penghasilan yang layak.

Orang tuli memiliki hak yang sepenuhnya sama dengan individu lainnya. Mereka berhak bertanya, memiliki keingintahuan, mereka senang untuk bersosialisasi, hak didengar dan mendengarkan, serta hak untuk berkomunikasi seutuhnya. Menjauhi ataupun mendiamkan mereka bukanlah cara yang bijak saat mereka ada di sekitar kita. Berusaha untuk melakukan interaksi dengan mereka, meskipun dalam cara yang sederhana sekalipun, ataupun dalam percakapan singkat, akan membuat mereka merasa sangat dihargai. Menghargai perbedaan, akan mengiringi dunia yang lebih harmoni. Kini Anda tak perlu ragu untuk berkomunikasi dengan mereka. (**Dikutip dari berbagai sumber)